Baklava, kue manis yang ikonik ini, memiliki sejarah yang berlapis-lapis seperti halnya makanan penutup bersisik itu sendiri. Meskipun perdebatan mengenai asal-usulnya masih terus berlanjut, kisah kudapan manis ini bisa jadi sudah ada sejak abad ke-8 Sebelum Masehi dan bangsa Asyur. Mereka menciptakan cikal bakal baklava dengan melapisi adonan roti dengan cacahan kacang dan madu, lalu memanggang ramuan tersebut dalam oven kayu bakar. Seiring berjalannya waktu, berbagai versi makanan penutup ini menyebar hingga ke Yunani. Buku masak abad ke-3 Masehi "Deipnosophistae," yang sering dianggap sebagai buku masak tertua yang masih ada, menawarkan resep untuk "gastrin," yang juga dikenal sebagai "Kue Pelahap" Kreta, yang tampaknya mengisyaratkan kedatangan baklava yang kita kenal sekarang.Resep kuno ini, yang dikaitkan dengan Chrysippus dari Tyana, salah satu ahli makanan penutup terkemuka di zaman kuno, melibatkan penggabungan kacang cincang, madu rebus, serta biji poppy dan wijen ke dalam pasta, yang kemudian dilapisi di antara lembaran adonan tipis berbentuk persegi panjang. Pada titik tertentu, juru masak Yunani kuno mulai menggunakan lembaran pastri yang lebih tipis, atau "phyllo" (bahasa Yunani untuk "daun"), membuatnya lebih mirip dengan baklava yang kita nikmati saat ini.Namun, Ottoman-lah yang mengangkat makanan penutup ini di dapur istana mereka dan membantu menyebarkannya ke seluruh dunia. Saat ini, baklava dihargai di seluruh Balkan, Mediterania timur, Timur Tengah, dan Afrika Utara.Kualitas adalah kunci dalam setiap resep baklava, yang menekankan pada kacang-kacangan berkualitas baik, mentega aromatik, sirup yang seimbang, rempah-rempah segar, dan kue yang halus. Sebagian besar resep baklava tradisional Yunani menggunakan kacang almond dan/atau kenari, kayu manis, cengkeh, mentega murni, phyllo kroustas (kue tipis khas Yunani), dan sirup yang dibuat dengan madu. Terkadang, kulit jeruk atau jus ditambahkan ke dalam sirup untuk menambah rasa. Meskipun kacang pistachio populer di Yunani, kacang ini tidak umum digunakan dalam baklava Yunani, tetapi lebih banyak digunakan dalam resep Turki, Lebanon, dan banyak resep Timur Tengah.Di seluruh Yunani, berbagai daerah telah memberikan nama yang berbeda untuk variasi baklava, seperti "masourakia" dari Chios, "zournadakia" dari Kreta, "samousades" dari Lakonia, "pourakia" dari Rhodes, atau "baklavou" dari Lesbos. Banyak di antaranya yang secara tradisional disajikan pada perayaan pertunangan, pernikahan, Natal, dan Tahun Baru untuk keberuntungan. Legenda rakyat Yunani bahkan menyatakan bahwa baklava harus dibuat dengan 33 lapisan phyllo sebagai referensi panjangnya umur Kristus.Untuk baklava di Athena, ada beberapa pilihan yang bagus. Salah satu pilihan terbaik adalah baklava kuru ala Turki dari Belle Vue, toko kue legendaris di Nea Smyrni. Mereka menggunakan kacang pistachio dari pulau Aegina, lapisan phyllo, dan kombinasi mentega susu domba dan kambing berkualitas tinggi, sehingga menghasilkan tekstur yang sedikit lebih kering ("kuru" berarti kering dalam bahasa Turki).Maxim, yang juga terletak di Nea Smyrni, menawarkan baklava pistachio dan kenari. Toko ini memiliki nuansa nostalgia dan membawa Anda ke masa lalu, yang mencerminkan sejarah keluarga di Istanbul.Di Kalamaki, Palet, toko kue milik keluarga Kordelidis, menyajikan baklava tradisional Turki. Menu favoritnya adalah "Baklava Sultan," yang dibuat dari kacang pistachio bubuk, dengan tekstur yang lebih lembut dan sirup gula yang lebih kental.Untuk versi Yunani yang otentik, cobalah ke Metropolitikon di pusat kota Athena. Mereka menawarkan baklava gaya Yiannena yang dibuat dengan kacang almond cincang, dua jenis kue kering, dan sirup gula-madu. Anda juga bisa menemukan baklavou dari pulau Lesbos, yang terdiri dari beberapa lapis kue tipis yang diselingi cacahan kacang almond, disiram dengan madu murni dan sirup jeruk.Afoi Asimakopouloi, toko kue milik keluarga generasi ketiga di Exarchia, terkenal dengan produk susu buatan sendiri, terutama yogurt dan mentega. Kualitas mentega mereka terlihat jelas pada baklava bergaya Yunani, tersedia dengan kacang almond atau kenari, yang diperkaya dengan aroma kayu manis dan cengkeh yang menyenangkan. Ini adalah bukti dari tradisi pembuatan baklava yang tak lekang oleh waktu, setiap gigitannya penuh dengan nostalgia dan kepuasan.