Terletak di jantung kota Athena, Biara Petraki, yang juga dikenal sebagai Biara Taksarika Suci, menawarkan tempat peristirahatan yang tenang dan dipimpin oleh 16 biarawan yang penuh pengabdian. Tempat perlindungan yang damai ini merupakan rumah bagi gereja Bizantium tertua di Athena, permata bersejarah yang berasal dari abad ke-10.Gereja yang sebagian besar dibangun dengan batu-batu reruntuhan ini berdiri sebagai bangunan empat lorong berbentuk salib. Kubah segi delapannya, peninggalan dari era Bizantium akhir, ditopang dengan anggun oleh tiang-tiang kuno, sementara narthex luarnya ditambahkan dengan cermat pada awal abad ke-19.Selama era pemerintahan Ottoman, biara ini berfungsi sebagai Metochion (ketergantungan biara) dari Biara Karea di Gunung Hymettus. Biara ini menjadi jalur kehidupan bagi masyarakat setempat, menawarkan perawatan medis yang vital dan makanan bagi ratusan penduduk dan pengikutnya.Selama berabad-abad, kompleks ini mengalami beberapa kali renovasi, dengan modifikasi yang signifikan pada abad ke-15 dan ke-16. Pada tahun 1673, biara ini mengalami perombakan besar-besaran, berkat bantuan dana dari Parthenios Petrakis, seorang biarawan, dokter, dan filsuf. Untuk menghargai kontribusinya, biara ini dinamai sesuai namanya. Pada tahun 1719, dinding gereja dihiasi dengan lukisan mural oleh hagiografer terkenal Georgios Markou, dan pada pertengahan abad ke-18, biara ini beralih fungsi menjadi lembaga patriarkal. Sejak saat itu, semua kepala biara ditunjuk oleh keluarga Petrakis.Kawasan biara ini meliputi Gereja Santo Asomatoi Taxiarches, yang berfungsi sebagai pusat Sinode Suci Gereja Yunani, tempat peristirahatan ulama terhormat Constantinos Oikonomou, dan koleksi artefak, termasuk tiang-tiang kuil kuno. Selain itu, situs ini menyajikan pemandangan menawan yang membentang ke arah Gunung Lycabettus dan Gereja St.Pada abad ke-19, pengaruh biara meluas karena biara ini mengakuisisi properti-properti penting di sekitarnya, termasuk situs-situs yang sekarang menjadi tempat Akademi Athena, Universitas Teknik Nasional Athena, Perpustakaan Gennadius, Sekolah Rizareios, dan Rumah Sakit Evangelismos, Sotira, dan Syngrou. Sumbangan yang murah hati kepada pemerintah Yunani ini mengukuhkan posisi biara sebagai salah satu donatur paling signifikan dalam sejarah bangsa.Biara ini mengalami kerusakan dan penjarahan oleh Ottoman selama Perang Kemerdekaan Yunani, namun dengan cepat dipulihkan setelah kemerdekaan Yunani. Selama Perang Balkan dari tahun 1912 hingga 1913, militer sekali lagi menggunakan biara ini. Pada tahun 1923, biara ini menawarkan perlindungan kepada banyak pengungsi Yunani yang merupakan bagian dari pertukaran penduduk antara Yunani dan Turki. Selama Perang Dunia II, biara ini melanjutkan peran kemanusiaannya dengan menyediakan makanan bagi keluarga-keluarga setempat yang membutuhkan setiap hari Minggu.Pengunjung yang datang ke area biara disambut dengan baik, namun untuk memasuki gereja, Anda harus menunjukkan rasa hormat dengan mengenakan pakaian yang sopan dan sopan. Untuk pria, sebaiknya hindari celana pendek, tank top atau kaos tanpa lengan, dan sandal atau sandal jepit. Wanita harus memastikan bahu mereka tertutup, hindari pakaian tanpa tali atau bertali tipis. Rok dan gaun minimal harus panjangnya di bawah lutut, dan beberapa gereja mungkin mengharuskan tidak ada bagian kaki yang terbuka. Etika tempat duduk yang benar adalah dengan menjaga kaki tetap di atas tanah, karena dianggap tidak sopan jika menghadap ke gambar-gambar suci.Gereja ini mengadakan layanan Liturgi Ilahi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 08.15, yang disiarkan secara langsung oleh stasiun radio Gereja Yunani. Selain itu, biara ini setiap tahun merayakan Pesta Kekuatan Tanpa Tubuh pada tanggal 8 November, dan pada tanggal 7 Februari setiap tahun, upacara peringatan diadakan untuk menghormati Kepala Biara Petrakis.