Di ujung barat daya Pulau Kanguru, berdiri megah Mercusuar Cape du Courdic, sebuah saksi bisu dari sejarah panjang dan kaya di wilayah Flinders Chase. Dibangun pada tahun 1909, mercusuar ini dirancang untuk menjaga perairan berbahaya di sekitar Australia Selatan. Pembuatannya dipicu oleh meningkatnya aktivitas maritim dan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keamanan laut bagi kapal yang melintasi perairan ganas ini. Nama "Cape du Courdic" sendiri diambil dari seorang perwira angkatan laut Prancis, memperkaya mercusuar ini dengan jejak sejarah kolonial.
Dari aspek arsitektur, Mercusuar Cape du Courdic dirancang dengan gaya khas yang menggabungkan fungsi dan keindahan. Struktur berbentuk silinder dari batu pasir lokal ini menahan gempuran angin laut, menciptakan siluet yang kuat dan anggun. Menara setinggi 25 meter ini memiliki lampu yang dulu digerakkan oleh lensa Fresnel, teknologi canggih pada masanya. Kini, mercusuar otomatis ini masih berfungsi, meskipun tidak lagi memerlukan penjaga. Pondok penjaga mercusuar yang kini disulap menjadi akomodasi unik menawarkan pengalaman menginap yang bersejarah dengan pemandangan laut yang memukau.
Di sekitar mercusuar, Flinders Chase National Park menyajikan kekayaan alam yang tak tertandingi, dari tebing-tebing terjal hingga spesies endemik yang langka. Budaya lokal yang berkembang di sekitar kawasan ini mencerminkan hubungan yang mendalam dengan alam. Meski tak banyak festival besar, tradisi menjaga dan merawat lingkungan serta satwa liar menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat di Pulau Kanguru. Kearifan lokal ini dapat dirasakan ketika berinteraksi dengan penduduk setempat yang sering kali berbagi cerita tentang hubungan mereka dengan tanah dan laut.
Gastronomi di Pulau Kanguru menawarkan cita rasa yang unik dengan bahan-bahan lokal yang segar. Jangan lewatkan untuk mencicipi madu Ligurian, yang dihasilkan dari lebah yang bebas dari penyakit, atau merasakan kelezatan marron, sejenis lobster air tawar yang merupakan spesialisasi pulau. Bagi pecinta anggur, pulau ini juga memiliki beberapa kilang anggur yang menghasilkan varietas anggur berkualitas tinggi.
Fakta menarik yang sering terlewatkan oleh wisatawan adalah bahwa mercusuar ini pernah menjadi saksi dari sejumlah mitos lokal. Konon, terdapat cerita tentang hantu penjaga mercusuar yang masih berkeliaran, menjaga tempat ini dari bahaya yang tidak tampak. Meskipun tak ada bukti nyata, cerita-cerita ini menambah daya tarik Cape du Courdic sebagai tempat yang penuh misteri.
Bagi yang ingin mengunjungi, waktu terbaik adalah antara bulan September dan November saat cuaca sejuk dan alam sekitar sedang dalam kondisi terbaik. Jangan lupa untuk membawa kamera, karena pemandangan matahari terbenam di atas Samudra Selatan di sini adalah salah satu yang paling memukau di Australia. Kenakan alas kaki yang nyaman untuk menjelajah area sekitarnya, dan perhatikan tanda-tanda peringatan karena medan bisa cukup menantang.
Mengunjungi Cape du Courdic Lighthouse bukan hanya tentang melihat mercusuar, tetapi juga merasakan bagian dari sejarah dan budaya yang hidup di setiap inci tanahnya. Tempat ini mengundang siapa saja untuk menyelami kedalaman cerita yang dibawa oleh angin dan ombak, menghidupkan kembali masa lalu dalam setiap langkah perjalanan.