Ansambel futuristik ini adalah parlemen Brasil. Piring sebelah kanan atas berisi Senat, sedangkan piring terbalik adalah tempat kedudukan Chamber of Deputies (Kamar Deputi). Dua gedung pencakar langit menampung kantor birokrat, senator dan deputi. Jika benar bahwa kecerdikan terletak pada kesederhanaan, kita harus bersujud di hadapan arsitek Brasil Oscar Niemeyer. Gedung parlemennya, yang disebut Kongres Nasional Brasil, sederhana, elegan dan efisien.
Di bawah kubah inilah para deputi dan senator mendiskusikan Piala Dunia Sepak Bola dan Olimpiade Rio yang akan datang.
Jelas tidak masuk akal bagi para senator dan deputi untuk berdebat di gedung kedap udara seperti itu. Sebenarnya tidak; kedua kubah tersebut merupakan simbol lebih dari apa pun. Kedua majelis parlemen sebagian berada di bawah tanah. Kubah yang terbuka ke langit melambangkan keterbukaan para deputi kepada rakyat, sedangkan kubah terbalik melambangkan refleksi.