Masjid ini dibangun barat daya dari kilang Abadan dekat Sungai Arvand pada tahun 1922. Saat Abadan menjadi kota industri pada awal tahun 1900-an Gelombang Pertama Inggris, Warga India dan Pakistan yang berimigrasi ke daerah itu adalah pegawai Muslim di Rangoon (Yangon), kemudian ibukota Burma (Myanmar), Kilang Minyak. Imigran baru ini mendirikan sebuah masjid di Abadan, yang menyatakan itu setelah kota mereka.
Masjid Rangoonis memiliki arsitektur Mughal dan kerusakan berat semen. Sumber dari masjid ini dibangun dengan nama arabesque dan geometris serta gambaran dari langit. Masjid memiliki Shabistan (Inner sanctum), sebuah halaman dan minarets.
Sejak 2010 masjid telah melayani sebagai lokasi dari dokumen sejarah dan tulisan tangan Museum dan rumah dengan tulisan tangan warga Quraans juga sebagai surat-surat sejarah yang dating kembali ke Qajar (1785-1925) dan Pahlavi (1925-1941) eras termasuk dokumen keuangan dan milik Iran serta surat-surat yang dimiliki oleh para pedagang asal Iran, serta surat dagang, serta surat-surat bisnis, serta surat bisnis, dan barang-barang dagang.
Masjid Rangoonis terdaftar sebagai Situs Warisan Nasional Tahun 2000.