Setelah penaklukan Ottoman atas Athena, perubahan signifikan terjadi pada lanskap kota. Dekrit Sultan memungkinkan Athena menjadi kota multi-etnis, dengan arahan untuk melindungi dan menggunakan kembali sebagian besar kuil dan monumen untuk penggunaan publik selama pendudukan rezim.Pada tahun 1759, Mustapha Agha Tzistarakis, gubernur Utsmaniyah Athena, memerintahkan pembangunan sebuah masjid di Monastiraki Square. Namun, dalam sebuah langkah yang bertentangan dengan dekrit Sultan, Tzistarakis mengawasi penghancuran salah satu pilar kuil Yunani kuno, yang diyakini sebagai Kuil Olympian Zeus atau Perpustakaan Hadrian, untuk mendapatkan kapur untuk pembangunan masjid.Tindakan ini menimbulkan takhayul setempat, karena diyakini bahwa penghancuran kuil akan membawa wabah penyakit. Akibatnya, penduduk setempat yang marah menekan Sultan untuk mengasingkan Tzistarakis dari Athena sebagai bentuk peredaan. Namun, pengasingan ini tidak cukup, karena Tzistarakis kemudian dibunuh.Masjid Tzistarakis, sebuah bangunan persegi dua lantai dengan kubah berbentuk setengah bola di atas dasar segi delapan, berfungsi sebagai masjid hingga Perang Kemerdekaan Yunani. Setelah memperoleh kemerdekaan dari Ottoman, pemerintah Yunani mengalihfungsikan bangunan ini untuk berbagai keperluan, termasuk aula pertemuan untuk para tetua, penjara, barak, gudang, dan tempat untuk konser dan acara militer. Menara yang menghiasi bangunan ini dihancurkan antara tahun 1839 dan 1843.Pada tahun 1915, bangunan ini direnovasi dan dibuka kembali pada tahun 1918 sebagai Museum Kerajinan Tangan Yunani. Kantor tambahan ditambahkan ke lantai dasar pada tahun 1920, dan museum ini berganti nama menjadi Museum Seni Dekorasi pada tahun 1923. Pada tahun 1966, bangunan ini direnovasi sementara untuk digunakan sebagai tempat berdoa bagi Raja Saud dari Arab Saudi saat berkunjung ke Athena. Bangunan ini juga berfungsi sebagai lampiran Museum Seni Rakyat Yunani sejak 1975. Setelah gempa bumi pada tahun 1981, bangunan ini dipugar dan dibuka kembali untuk umum pada tahun 1991, dengan tambahan ruang pameran untuk keperluan museum. Sejarah yang rumit ini menunjukkan bagaimana Masjid Tzistarakis telah menjadi bagian abadi dari warisan Athena, berevolusi untuk melayani berbagai peran selama berabad-abad.