Gereja Saint-Pierre-Untuk-Nonnains adalah salah satu yang tertua Kristen gereja-gereja di dunia masih berdiri. Didirikan kapan-kapan di abad ke-4, pada awalnya ini adalah bagian dari Roman-era spa apabila Divodurum, bekas nama Metz, adalah seorang tentera utama dan pusat perdagangan di sepanjang perbatasan Jerman. Khusus ia telah digunakan sebagai pagan gymnasium apabila Kristian di Eropa Barat masih dalam tahap awal. Ia adalah satu daripada beberapa bangunan di kota untuk tetap berdiri setelah Hun melalui di 451 IKLAN.
Metz adalah penting cradle of Frank peradaban, dengan kedua-dua Merovingian dan Carolingians mengesan keturunan mereka ke tempat itu. Selepas penukaran Clovis saya untuk Katolik, Metz menjadi seorang Kristen benteng. Pada abad ke-7, Rom lama gymnasium telah ditukar untuk digunakan sebagai Benedict gereja. Selama pemerintahan Charlemagne, Metz hampir dipilih sebagai ibu kota yang baru diasaskan Kekaisaran Romawi Suci, sebuah kehormatan yang telah bukannya berikan kepada berdekatan Aachen. Neverthless Charlemagne nampaknya suka gereja lama, dan dua anak-anaknya dikuburkan dalam apa yang kemudian akan menjadi ditetapkan Gereja Saint-Pierre-Untuk-Nonnains.