Pohon Zaitun di Acropolis lebih dari sekadar pohon; pohon ini merupakan kronik sejarah kuno dan modern Athena. Berakar pada legenda dan dipupuk dengan keyakinan, pohon zaitun ini berdiri sebagai simbol kebijaksanaan, kedamaian, dan kemakmuran, karakteristik yang dikaitkan dengan dewi Athena sendiri.Menurut mitos, pohon zaitun adalah hadiah ilahi Athena dalam kontesnya dengan Poseidon untuk mendapatkan dukungan dari warga Athena. Sementara Poseidon memberi mereka mata air garam dengan memukulkan trisula ke tanah, Athena menawarkan sesuatu yang jauh lebih menopang hidup mereka-pohon zaitun. Orang-orang Athena memilih pemberian Athena, dan dengan demikian dia menjadi dewa pelindung kota. Hingga hari ini, sebuah pohon zaitun berdiri di tempat yang konon merupakan tempat pohon zaitun pertama kali ditanam, menjadikannya sebuah tengara spiritual dan budaya.Selama ribuan tahun, pohon ini telah mengalami berbagai cobaan. Ketika Persia membakar Athena pada tahun 480 SM, sebuah tunas baru konon tumbuh dari tunggulnya yang hangus pada hari yang sama, dan bijinya ditanam kembali di Attika. Selama Perang Dunia II, pohon ini mengalami kerusakan di tangan pasukan pendudukan Jerman, namun berhasil diselamatkan oleh Sekolah Arkeologi Amerika. Pada tahun 1952, potongan dari cabang yang diselamatkan itu ditanam kembali oleh Ratu Sophia dari Spanyol (saat itu Putri Sophia dari Yunani), untuk memastikan bahwa garis keturunan pohon itu terus berlanjut.Saat ini, Anda bisa menemukan pohon itu di sisi utara Acropolis, berdekatan dengan kuil kuno Erechtheion. Pohon ini tetap menjadi pengingat akan ketangguhan kota ini dan mitos-mitosnya yang abadi.Sebelum berkunjung, pastikan Anda memeriksa jam buka Acropolis dan informasi tiketnya di situs resmi atau situs web wisata. Karena Acropolis terletak di dataran tinggi, bersiaplah untuk sedikit mendaki, termasuk anak tangga yang curam, untuk mencapai pohon zaitun bertingkat dan harta karun bersejarah lainnya yang mengelilinginya.