Terletak di hutan hujan dataran rendah Guatemala utara, Tikal mungkin adalah yang paling menakjubkan dari semua situs Maya. Tikal adalah kompleks reruntuhan suku Maya yang berada jauh di dalam hutan hujan di Guatemala utara. Para sejarawan percaya bahwa lebih dari 3.000 bangunan di situs ini merupakan sisa-sisa kota Maya yang disebut Yax Mutal, yang merupakan ibu kota salah satu kerajaan terkuat di kekaisaran kuno. Beberapa bangunan di Tikal berasal dari abad ke-4 SM. Tikal, atau Yax Mutal, merupakan kota penting dalam kekaisaran Maya dari tahun 200 hingga 900 Masehi. Reruntuhan suku Maya telah menjadi bagian dari taman nasional di Guatemala sejak tahun 1960-an, dan pada tahun 1979 dinobatkan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO. Para sejarawan percaya bahwa orang-orang tinggal di Tikal sejak tahun 1000 S.M. Para arkeolog telah menemukan bukti aktivitas pertanian di situs ini yang berasal dari masa itu, serta sisa-sisa keramik yang berasal dari tahun 700 S.M.
Pada tahun 300 SM, pembangunan utama kota Yax Mutal telah selesai, termasuk beberapa kuil besar bergaya piramida Maya.
Mulai abad pertama Masehi, kota ini mulai berkembang secara budaya dan politik, menyalip kota El Mirador di sebelah utara dalam hal kekuasaan dan pengaruh di dalam kekaisaran Maya, yang membentang hingga ke Semenanjung Yucatan di Meksiko.
Para arkeolog telah menemukan bukti pemakaman para pemimpin Maya yang berasal dari masa ini di Tikal. Pada tahun 900 M, kota ini, seperti sebagian besar kekaisaran Maya lainnya, mengalami kemunduran yang tajam. Peperangan yang terjadi selama puluhan tahun mulai memakan korban. Selain itu, pada sekitar waktu ini, para sejarawan percaya bahwa wilayah tersebut menjadi korban serangkaian kekeringan dan wabah penyakit epidemik. Periode ini dikenal sebagai keruntuhan Maya Klasik.