Tradisi menanam anggur di Valcalepio sudah sangat tua dan sudah ada sejak zaman Romawi. Bahkan, perlengkapan para legiuner yang akan berperang termasuk vine shoot -sepotong pucuk tanaman anggur- untuk ditanam di sebidang tanah yang diberikan kepada mereka sebagai hadiah. Di Bergamo, budidaya tanaman anggur menjadi sangat penting bagi orang Romawi sehingga mereka mendedikasikan sebuah kuil untuk Bacchus di desa kuno San Lorenzo.Selama invasi Longobard, tanaman anggur mengalami penurunan produksi dan penanaman anggur hanya dilakukan di lahan-lahan milik gerejawi.Baru pada tahun 1243 tanaman anggur mulai tumbuh lagi di Bergamo, berkat kemenangan komune bebas atas Barbarossa dan Statuta Vertova, yang mengharuskan siapa pun yang menyewa tanah komunal untuk menanam kebun anggur di atasnya.Pada akhir abad ke-14, keluarga Guelph menghancurkan rumah-rumah keluarga Ghibelline di Scanzo, membawa 170.000 liter muscatel dan anggur merah.Pada akhir abad berikutnya, para Benediktin menetap di Biara Pontida dan Biara San Paolo d'Argon, meletakkan dasar-dasar dari apa yang kemudian menjadi pusat oenologi terpenting di daerah Bergamo.Antara tahun 1400 dan 1600, Bergamo memproduksi lebih banyak wine daripada yang dibutuhkan, mengalokasikan kelebihannya untuk diperdagangkan dengan Milan. Namun pada tahun 1700-an dengan berkembangnya peternakan ulat sutera, tanaman merambat digantikan dengan pohon murbei dan pada awal 1800-an, wine harus diimpor dari daerah lain. Pada tahun 1886, invasi phylloxera menghancurkan hampir semua kebun anggur dalam sepuluh tahun, yang tidak hanya dipulihkan tetapi juga diperluas dalam waktu singkat.Pada tahun 1950, Kamar Dagang mempromosikan inovasi dalam penanaman anggur dengan mendorong petani untuk menggunakan varietas anggur baru.Meskipun saat ini luas lahan yang ditanami sudah sangat berkurang, peningkatan dalam teknik penanaman dan oenologi telah menghasilkan produk berkualitas tinggi yang dianugerahi pengakuan DOC pada tahun 1993 untuk jenis red, white, dan Moscato passito.