Di dalam jantung Calabria, sebuah wilayah yang kaya akan sejarah dan tradisi di Italia, terdapat destinasi unik yang menawarkan pengalaman kuliner tak terlupakan: Pasta dan fennel liar di Rossano. Dalam perjalanan ke kota ini, Anda akan menemukan lebih dari sekadar pemandangan indah, tetapi juga cerita-cerita yang terjalin dalam setiap sudutnya.
Sejarah Rossano berakar kuat pada era Byzantium, di mana kota ini menjadi pusat penting bagi kebudayaan dan agama. Pada abad ke-10, Rossano dikenal sebagai "Ravenna of the South" karena pengaruh Bizantium yang kuat. Salah satu peninggalan sejarah yang paling menonjol adalah Codex Purpureus Rossanensis, sebuah manuskrip Injil beriluminasi dari abad ke-6 yang menjadi bagian dari UNESCO Memory of the World. Manuskrip ini melambangkan pentingnya Rossano dalam sejarah Kristen awal dan menjadi bukti nyata dari keahlian seni Bizantium.
Arsitektur Rossano mencerminkan perpaduan beragam pengaruh, dari Romanesque hingga Baroque. Cattedrale di Maria Santissima Achiropita, dengan mosaiknya yang rumit, adalah contoh menakjubkan dari warisan Bizantium. Selain itu, Chiesa di San Marco adalah gereja kecil dengan desain sederhana namun menawan, menggambarkan gaya arsitektur yang bertahan dari waktu ke waktu. Seni religius di Rossano tidak hanya menghiasi gereja, tetapi juga tercermin dalam karya-karya seni lokal yang dipamerkan di berbagai museum kecil di kota ini.
Kehidupan sehari-hari di Rossano dipenuhi dengan tradisi yang kaya. Salah satu acara paling meriah adalah Festa di San Nilo, yang diadakan setiap bulan September untuk menghormati Santo Nilo, seorang biarawan Bizantium yang lahir di Rossano. Festival ini menampilkan prosesi, musik tradisional, dan tarian yang memikat pengunjung dari berbagai penjuru. Tradisi lain yang patut diperhatikan adalah tarantella, tarian rakyat yang penuh semangat dan sering kali dipertunjukkan dalam perayaan lokal.
Gastronomi Rossano menawarkan cita rasa khas yang memadukan bahan-bahan lokal dengan resep tradisional. Pasta dan fennel liar adalah salah satu hidangan yang tidak boleh dilewatkan. Fennel liar, atau finocchietto selvatico, memberikan aroma dan rasa unik pada pasta yang dimasak dengan minyak zaitun lokal dan keju pecorino. Selain itu, jangan lewatkan untuk mencicipi liquore di liquirizia, minuman keras dari akar manis yang menjadi spesialisasi wilayah ini. Produk ini dihasilkan dari akar liquorice yang tumbuh subur di tanah Rossano.
Salah satu fakta menarik yang sering terlewatkan oleh turis adalah sistem irigasi kuno yang masih digunakan hingga kini. Sistem ini, yang diperkenalkan sejak zaman Romawi, menunjukkan bagaimana masyarakat setempat telah lama memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan. Rossano juga dikenal sebagai pusat produksi minyak zaitun, di mana pohon zaitun yang berusia ratusan tahun masih menghasilkan minyak berkualitas tinggi.
Waktu terbaik untuk mengunjungi Rossano adalah antara bulan Mei dan Oktober, ketika cuaca cerah dan berbagai festival berlangsung. Sebagai tips, pastikan untuk berjalan kaki di pusat kota tua untuk menikmati suasana yang otentik dan berinteraksi langsung dengan penduduk lokal yang ramah. Jangan lupa untuk mengunjungi Museo Diocesano yang menyimpan Codex Purpureus Rossanensis, sebuah pengalaman yang tidak boleh dilewatkan.
Rossano tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga pengalaman yang kaya akan sejarah dan budaya. Dari arsitektur Bizantium hingga festival yang meriah, kota ini mengundang Anda untuk menjelajahi dan merasakan kehidupan Italia selatan yang sejati.