Di sudut tersembunyi Italia yang jarang dikunjungi, tepatnya di Rossano, terdapat sebuah tradisi kuliner unik bernama Scapece. Dengan koordinat 39.5763309, 16.6342882, tempat ini menyimpan jejak sejarah yang kaya dan menawarkan pengalaman budaya yang autentik.
Sejarah dan Asal Usul Rossano, bagian dari wilayah Calabria, memiliki sejarah yang panjang dan berwarna. Didirikan oleh orang Yunani kuno, kota ini menjadi pusat penting selama periode Bizantium, terutama pada abad ke-10 dan ke-11. Rossano dikenal sebagai "Ravenna dari Selatan" karena menjadi salah satu pusat kekuasaan Bizantium di Italia. Dalam konteks ini, Scapece, sebuah hidangan kuno yang diasinkan dengan cuka, melambangkan teknik pengawetan makanan yang telah digunakan sejak zaman Romawi. Tradisi ini bertahan hingga kini, mencerminkan kemampuan bertahan dan adaptasi masyarakat setempat terhadap perubahan zaman.
Seni dan Arsitektur Rossano tidak hanya kaya akan sejarah, tetapi juga seni dan arsitektur. Salah satu landmark arsitektural yang menonjol adalah Cattedrale di Maria Santissima Achiropita, sebuah katedral yang dibangun pada abad ke-11. Katedral ini terkenal dengan mosaiknya yang indah, termasuk Codex Purpureus Rossanensis, manuskrip Injil kuno yang menjadi bagian dari warisan dunia UNESCO. Seni Bizantium yang memukau ini memberikan wawasan tentang pengaruh budaya yang kuat di wilayah ini.
Budaya dan Tradisi Lokal Kehidupan di Rossano diwarnai oleh tradisi dan festival yang menggambarkan jiwa komunitasnya. Setiap tahun, penduduk merayakan Festa di San Nilo, menghormati Santo Nilo dari Rossano yang mendirikan biara di Grottaferrata. Festival ini adalah perayaan penuh warna, dengan prosesi, musik, dan tarian tradisional. Selain itu, seni bertutur dan musik rakyat seperti tarantella sering mengisi kehidupan sehari-hari, menghubungkan generasi masa kini dengan warisan leluhur mereka.
Gastronomi Ketika berbicara tentang makanan, tidak ada yang lebih menggugah selera daripada Scapece. Hidangan ini biasanya terdiri dari ikan kecil yang diasinkan dengan cuka dan kunyit, memberikan rasa asam yang khas yang berpadu dengan aroma rempah-rempah. Selain Scapece, Rossano juga terkenal dengan liquore di liquirizia, minuman keras berbasis akar manis yang diproduksi dari tanaman lokal. Kombinasi makanan dan minuman ini menciptakan pengalaman kuliner yang unik dan autentik bagi para pengunjung.
Keunikan yang Kurang Dikenal Selain daya tarik utama, Rossano menyimpan keunikan yang sering terlewatkan oleh wisatawan. Salah satunya adalah Museo della Liquirizia Giorgio Amarelli, yang menceritakan sejarah panjang produksi akar manis di wilayah ini. Museum ini menawarkan tur yang menggugah rasa ingin tahu tentang bagaimana bahan sederhana ini menjadi bagian penting dari identitas lokal. Selain itu, Rossano juga memiliki reruntuhan Castello Normanno, yang meskipun tidak seutuh benteng lain, memberikan gambaran tentang masa lalu yang penuh gejolak.
Informasi Praktis untuk Pengunjung Waktu terbaik untuk mengunjungi Rossano adalah antara bulan Mei dan Oktober ketika cuaca hangat dan festival budaya berlangsung. Saat berkunjung, penting untuk menjelajahi jalan-jalan sempit di pusat kota, menikmati pemandangan dari bukit-bukit sekitar, dan tentu saja mencicipi Scapece di pasar lokal. Selalu bawa sepatu berjalan yang nyaman, karena banyak tempat menarik yang hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki. Rossano mungkin tidak sepopuler destinasi wisata Italia lainnya, tetapi justru menawarkan ketenangan dan keaslian yang sulit ditemukan di tempat lain.