← Back

Urbino, rumah dari Raphael

🌍 Temukan yang terbaik dari Urbino PU dengan Secret World — lebih dari 1 juta destinasi. Itinerari yang dipersonalisasi dan permata tersembunyi. Gratis di iOS & Android. ⬇️ Unduh Gratis
Urbino PU, Italia ★ ★ ★ ★ ☆ 220 views
Marion Ferrari
Marion Ferrari
Urbino PU

Get the free app

The world's largest travel guide

Are you a real traveller? Play for free, guess the places from photos and win prizes and trips.

Play KnowWhere
Urbino, rumah dari Raphael

Ibu kota kuno Kadipaten Montefeltro (35 km dari Pesaro) ini berdiri di atas dua bukit dan di sepanjang lerengnya dengan atap rumah-rumah dan gereja-gereja yang miring ke arah Porta Lavagine di timur laut dan Porta Valbona di barat daya.Kota ini merupakan salah satu tujuan wisata seni utama di dunia karena sejarahnya dan banyaknya monumen serta karya seni yang dimilikinya.Kota ini memiliki asal-usul yang sangat kuno, tetapi dokumentasi hanya ada dari abad ke-3 SM, ketika Urvinum Mataurense memiliki martabat sebagai kota Romawi (sisa-sisa tembok dan teater). Posisinya yang strategis mendukung keterlibatannya dalam perjuangan yang menjadi ciri khas periode feodal, ketika berpihak pada Ghibellines dan Antonio da Montefeltro, dengan memadamkan pemberontakan terhadap Kaisar Frederick Barbarossa di Roma, memenangkan gelar bangsawan dan jabatan sebagai wakil kekaisaran di Urbino (tahun 1155). Ini adalah awal dari ikatan kota dengan dinasti Montefeltro, yang berlangsung, meskipun dengan saat-saat yang sulit dan kontras, hingga kepunahannya. Namun, di atas segalanya, di bawah kepemimpinan Federico II da Montefeltro, yang pertama kali menjabat sebagai bangsawan dan kemudian sebagai adipati, Urbino mencapai puncak kemegahan artistiknya, terutama setelah keluarga Montefeltro meraih supremasi teritorial, yang direbut secara definitif dari ambisi ekspansionis Sigismondo Malatesta yang kalah (1463). Atas perintah Duke Federico, rumah tua abad pertengahan keluarga Montefeltro diperbesar dan diperindah, pertama-tama oleh Luciano Laurana dan kemudian oleh Francesco di Giorgio Martini, hingga akhirnya menjadi Istana Kadipaten yang megah, sebuah mahakarya absolut (dengan 'Torricini' dan 'Cortile d'Onore') seni Renaisans dan saat ini menjadi rumah bagi Galleria Nazionale delle Marche yang bergengsi, yang menyimpan karya-karya agung seperti 'Flagellation' dan 'Madonna di Senigallia' karya Piero della Francesca dan 'Muta' karya Raphael Sanzio. Sebuah istana otentik di mana kenangan akan Duke Federico hidup abadi bersama putranya, Guidubaldo, dan istana mereka yang megah; dari satu ruangan ke ruangan lain, dari 'Salone del Trono' (Ruang Singgasana) hingga ke ruang unik yaitu 'Studiolo del Duca' (Ruang Kerja Duke) dengan panel-panel hiasnya yang indah serta serangkaian potret 'Orang-orang Termasyhur'. Namun, saat berkeliling Urbino, di sepanjang jalan dan jalurnya yang curam, Anda akan menemukan semua tesserae mosaik perkotaan yang memiliki jejak sejarah artistik dan budaya yang panjang: mulai dari bagian utama Katedral Neo-Palladian, yang dibangun kembali oleh Valadier setelah gempa bumi tahun 1784, hingga portal travertine yang megah (dengan salinan lunette Luca della Robbia) di gereja S.Domenico, dari gereja abad pertengahan S. Francesco dengan menara lonceng Gothic yang indah dan altar besar karya Federico Barocci, ke oratorium S. Giuseppe dengan 'Boks Bayi' yang terkenal oleh Brandani, dari Palazzo Albani (abad ke-15 hingga ke-18) ke gereja terdekat S. Spirito (abad ke-16), ke rumah tempat Raphael lahir, tempat Akademi Raphael yang didirikan pada tahun 1869. Lebih tinggi lagi adalah Benteng Albornoz yang dari terasnya pemandangannya menyapu ke arah Istana Ducal dengan 'Torricini'-nya, tetapi juga ke arah bukit-bukit terdekat seperti yang didominasi oleh gereja abad ke-15 di S. Bernardino, tempat Mausoleum para Adipati.

Urbino, rumah dari Raphael
Urbino, rumah dari Raphael
Urbino, rumah dari Raphael

Buy Unique Travel Experiences

Powered by Viator

See more on Viator.com