Tradisi mengatakan bahwa Lanciano didirikan oleh Solima, rekan petualang Aeneas, yang menamainya Anxanum: ini sebenarnya adalah nama yang dimiliki kota ini pada zaman Romawi. Temuan arkeologi dari penggalian kota Romawi kuno Anxanum masih disimpan di Museum Arkeologi Lanciano, bersama dengan banyak temuan lain dari daerah sekitarnya. Kota ini berganti nama Romawi Anxanum pada abad pertengahan, ketika itu disebut Lanzano. Selama bertahun-tahun, Lanciano diserang oleh populasi yang berbeda yang meninggalkan bukti sejarah dari budaya yang berbeda. Bahkan pameran yang tak terhitung jumlahnya, yang secara teratur berlangsung di Lanciano, membawa kontribusi banyak pedagang dari jauh dan luas. Semua ini tentu saja memperkaya budaya Lanciano, yang terpelihara dengan baik di pusat bersejarahnya. Monumen-monumen utama kota ini tidak diragukan lagi: 1) Katedral, bangunan ibadah utama kota ini, dikenal sebagai Basilica della Madonna del Ponte karena didirikan pada tahun 1389 di atas tiga lengkungan Jembatan Diocletian, yang berasal dari abad ke-3. Di dalamnya Anda dapat mengagumi patung terakota yang terkenal dari Virgin of the Bridge. 2) Gereja Santa Maria Maggiore adalah salah satu monumen terpenting di Abruzzo: dibangun dengan gaya Romawi pada tahun 1227 di atas sisa-sisa kuil Apollo, kemudian dimodifikasi dengan gaya Burgundia-Cistercian. Portal yang dibangun pada tahun 1317 oleh Francesco Petrini benar-benar luar biasa. 3) Gereja Santo Fransiskus dikenal sebagai Tempat Suci Mukjizat Ekaristi, setelah peristiwa yang terjadi pada abad ke-8, ketika seorang biarawan melihat hosti berubah menjadi daging saat merayakan Misa. Gereja ini menghadap ke alun-alun pusat Lanciano dan memiliki menara lonceng yang menakjubkan. Di dalamnya Anda bisa melihat kekayaan gaya Barok yang indah. Hal-hal lain yang bisa dilihat di Lanciano termasuk Fontana del Borgo, yang dibangun pada akhir zaman Renaisans, Menara Gunung, Tembok Aragon dan Jalan Frentani.
Top of the World